SEKALI MELANGKAH PANTANG MENYERAH SEKALI TAMPIL HARUS BERHASIL JIWA RAGAKU DEMI KEMANUSIAAN

Kamis, 04 Maret 2010

Delapan Mitos Salah Tentang Kolesterol

Delapan Mitos Salah Tentang Kolesterol
Rajin berolahraga atau menjaga asupan makanan ternyata tidak menjadi alasan Anda akan terbebas dari kolesterol. Banyak orang yang masih suka salah kaprah dengan kolesterol.
Kolesterol yang kerap didaulat sebagai biang kerok dari berbagai penyakit mematikan. Mulai dari penyakit jantung sampai stroke kerap disalahartikan oleh banyak orang.
Hal ini dapat terjadi, karena banyak orang yang kurang mengetahui informasi secara detail tentang kolesterol itu, sehingga jika dibiarkan berlarut-larut informasi ini bisa berakibat fatal buat kesehatan Anda.
Ingin tahu mitos atau kepercayaan tentang kolesterol yang suka salah kaprah? Berikut paparannya berdasarkan kutipan yang diambil dari WebMD.
Mitos 1: Kolesterol Penyakit Para Orang Tua
Sebenarnya, sejak usia 20 Anda sudah disarankan memeriksa kadar kolesterol Anda. Dan ini haruslah dijadikan aktivitas rutin yang dilakukan lima tahun sekali. Sehingga kalau misalnya dokter menemukan indikasi akan terjadinya masalah, sudah pasti akan jauh lebih baik kalau diketahui dari jauh hari, bukan?
Mitos 2: Orang Berbadan Kurus Tidak akan Mengidap Kolesterol
Memang, kelebihan berat badan kerap mendatangkan berbagai masalah kesehatan. Tapi bukan berarti Anda yang punya tubuh langsing lantas bisa merasa lega. Tingkat kolesterol bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Termasuk apa yang Anda makan, Seberapa cepat tubuh mengiliminasi atau bahkan memproduksi kadar kolesterol, serta kondisi psikologis Anda. Maka dari itu, pada dasarnya semua orang, termasuk Anda, berisiko terhadap kolesterol dan harus menjaga pola hidup yang sehat.
Mitos 3: Kolesterol Itu Jahat
Ketika mendengar kata 'kolesterol', mungkin reaksi spontan yang terbersit di otak Anda adalah bisa menyebabkan kematian. Karena sebenarnya kolesterol terdiri dari dua jenis:
- LDL-cholesterol. Si jahat yang melepaskan radikal bebas serta kerap menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah. Jaga agar tubuh Anda tak mengandung sampai lebih dari 100 mg/dl (miligram per desiliter) dari jenis satu ini.
- HDL-cholesterol yang baik, berfungsi menetralisir lemak dan membantu membersihkan pembuluh darah. Level idealnya adalah sekitar 60 mg/dl. Jadi ternyata, kolesterol tak selamanya jahat buat tubuh Anda.
Mitos 4: Rajin Olahraga Bebas Kolesterol
Kalau ingin tubuh sehat, maka berolahraga. Ya, itu benar. Tapi olahraga yang rutin tak lantas membebaskan tubuh Anda dari kolesterol. Tubuh memiliki kemampuan untuk memproduksi kolesterol yang berasal dari makanan yang mengandung lemak jenuh.
Dan untuk beberapa orang, hati menghasilkan kadar kolesterol yang lebih banyak ketimbang yang dibutuhkan oleh tubuh. Kalau kasusnya seperti ini, bukannya tak mungkin kadar kolesterol Anda tinggi meskipun sudah mempraktikkan pola hidup sehat.
Mitos 5: Minyak Sayur Menyehatkan
Ya, benar sekali! Minyak sayur juga lebih sehat ketimbang mentega. Bahkan, ia bisa menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh. Tapi ingat, yang namanya minyak itu mengandung sekitar 120 kalori setiap satu sendok makannya. Jadi, hati-hati berat badan bisa naik.
Mitos 6: Kuning Telur Berbahaya
Situs resmi Egg Nutrition Center menyebutkan kalau satu butir telur mengandung sekitar 213 miligram kolesterol. Dan ini kadarnya memang lumayan besar. Namun yang jelas, selagi batas makanan yang Anda konsumsi mengandung kolesterol di bawah 300 miligram setiap harinya, masih terbilang aman, kok.
Mitos 7: Semakin Rendah Kadar Kolesterol Semakin Bagus
Kolesterol tinggi jelas berbahaya. Untuk itu, Anda berpikir kalau tingkatnya semakin rendah maka semakin bagus untuk tubuh Anda. Ternyata tidak. Penelitian yang dilakukan pada 1974 oleh sekelompok epidemiological researchers menemukan hubungan antara kanker usus besar dengan tingkat kolesterol rendah. Penemuan yang sama juga ditemukan pada 1980 oleh para peneliti asal Prancis setelah meneliti 7.603 pria yang tingkat kolesterolnya di bawah normal, 200 mg/dl.
Mitos 8: Kolesterol Tinggi, Harus Minum Obat
Kenyataan yang terjadi tidak harus seperti itu, karena semua tergantung dari catatan medis serta seberapa tinggi tingkat kolesterol yang Anda miliki. Mulai membiasakan diri untuk berhenti merokok, melakukan low fat diet, serta berolahraga ringan secara teratur sebenarnya sudah bisa menurunkan kadarnya lho. Tapi, kalau ternyata masih tidak membantu juga, barulah kemudian Anda bisa mempertimbangkan untuk mengonsumsi obat. [

Tidak ada komentar: