SEKALI MELANGKAH PANTANG MENYERAH SEKALI TAMPIL HARUS BERHASIL JIWA RAGAKU DEMI KEMANUSIAAN

Minggu, 20 Juni 2010

PEMILIK SENPI RAKITAN DI BEKUK

Sat Brimobdasu Detasemen B Tebingtinggi bekerjasama dengan Polresta, Rabu (16/6) sore berhasil mengamankan tiga tersangka pemilik senjata api (senpi) dan diduga sebagai komplotan perampok dari sebuah kamar hotel di Desa Paya Pasir Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Sergai.
Penangkapan ketiga tersangka berkat informasi dari masyarakat yang merasa curiga melihat adanya orang tak dikenal masuk ke kamar hotel. Mendapat informasi tersebut, Pasi Intel Resmob Detasemen B Tebingtinggi Iptu M Yusuf langsung memimpin penggrebekan ke kamar hotel. Dengan mudah ketiga tersangka dapat diamankan.
Keterangan diperoleh Kamis (17/6) menyebutkan, tertangkapnya ketiga tersangka yang diduga gembong pelaku perampokan itu berasal dari informasi masyarakat tentang adanya tiga pemuda yang mencurigakan. Mendapat informasi itu, Pasi Intel Resmob Detasemen B Tebingtinggi, Iptu M Yusuf turun melakukan penyelidikan.
Dari dalam kamar yang ditempati tersangka ditemukan senjata api (senpi) rakitan berikut 2 peluru timah masih aktif jenis FN dan 2 peluru timah rakitan. Selain itu dari hasil penggeledahan ditemukan uang Rp 223.000 dan 10 RM (Ringgit Malaysia), 3 buah handphone, 2 buah dompet, 1 jam tangan dan 3 buah tas ransel berisi pakaian selanjutnya disita petugas sebagai barang bukti.
Ketiga tersangka tersebut yakni, Syafrizal (31) warga Jalan Bangko Bakti, Kabupaten Rokan Hilir, Saiful Muslim (40) warga Jalan Beringin Lestari Desa Tapung Hilir Kabupaten Kampar dan Gondo alias Paiman (42) warga Jalan Negeri Lama Desa Sei Tarolap Dusun Kampung Jawa Kabupaten Labuhan Batu. Ketiga tersangka digelandang ke Brimobdasu Detasemen B Jalan Ahmad Yani Tebingtinggi dan selanjutnya diserahkan ke Sat Reskrim Polresta Tebingtinggi guna penyelidikan lebih lanjut.
Informasi diterima, ketiga tersangka sudah 2 hari menginap di hotel itu diduga untuk mengincar sasaran rampokan. Akan tetapi, seorang tersangka Gondo sempat mengelabui bahwa mereka juga karyawan di hotel itu. ”Saya ditelepon pak Sihombing untuk bekerja sebagai karyawan di hotel ini. Kami mau kerja sebagai karyawan hotel, bukan melakukan kejahatan,” ujar Gondo berkilah.
Kaden Brimobdasu Detasemen B Tebingtinggi, AKBP Arif Budiman SIK MH ketika dikonfirmasi wartawan melalui Pasi Intel Iptu M Yusuf, mengatakan kasus perampokan bersenpi dan bersenjata tajam (sajam) sudah dua kali terjadi di wilayah hukum Polresta Tebingtinggi dimana pelakunya sedang diburu.
Saat mendapat informasi ada tiga orang yang mencurigakan menginap di hotel BP, langsung diburu hingga berhasil tertangkap. Kuat dugaan ketiga pelaku itu sedang merencanakan aksi kejahatan yang akan menjadi target. Hal ini diindikasi ketika dicek HP tersangka, ada pesan masuk yang menyebutkan ”cemana, amankan situasi. Kalau nggak, biar kami turun”.
Menjawab pertanyaan wartawan, apakah ketiga tersangka ada kaitannya dengan perampokan gudang coklat dan alat berat berupa beko yang terjadi baru-baru ini, Yusuf belum dapat memastikannya. “Kita tungga saja hasil penyelidikan Sat Reskrim Polresta Tebingtinggi,” ujarnya.

Rabu, 24 Maret 2010

APA BEDA PENYIDIKAN DAN PENYELIDIKAN

Mohon disimak contoh kasus berikut:

1. Ada laporan masyarakat kepada Polsek X, pukul 23:00, mengatakan di rumah A ada suara jeritan seorang wanita.

2. Petugas itu kemudian mendatangi rumah yang dimaksud, dan menemukan mayat wanita yang bersimbah darah tergeletak di atas kasurnya.

3. Kemudian petugas tersebut mengamankan TKP(Tempat Kejadian Perkara) lalu memanggil Polisi Fungsi Reserse untuk menangani ini.


4. Datanglah anggota reserse ke TKP,
- Mengambil gambar mayat
- Mengambil pisau yang tergeletak di sampingnya
- Mengambil rokok yang ada di asbak ruang tamu untuk dianalisa
- Mengambil gambar TKP dari 3 jarak

5. Selesai memproses TKP, petugas serse melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi, mencari barang bukti baru, mencari keterangan dari saksi ahli bila diperlukan, sampai melakukan pemeriksaan terhadap TSK(Tersangka). Semua proses dituangkan dalam produk tulisan yang dinamakan Berita Acara Pemeriksaan.

6. BAP selesai, kemudian diserahkan kepada Kejaksaan. Jaksa penuntut akan memeriksa BAP hasil buatan Polisi, lalu menentukan apakah sudah lengkap, atau belum syarat-syarat formil yang dibutuhkan untuk melakukan proses persidangan. Apabila ada yang kurang, BAP akan dikembalikan kepada Polisi untuk dilengkapi. Namun apabila sudah lengkap, tugas Polisi selesai di sini. TSK dan semua barang bukti diserahkan kepada Kejaksaan.

Selesai dahulu sampai sana, saya tidak akan melanjutkan sampai proses sidang.

Dari kasus di atas, akan saya bagi 2 bagian penting, yaitu:

1. PENYELIDIKAN, bagian yang menunjukkan proses penyelidikan adalah nomor 2. Jadi penyelidikan adalah tindakan kepolisian dalam menentukan ada tidaknya unsur pidana dari suatu kejadian. Mengapa dibutuhkan penyelidikan? Karena tidak semua kejadian yang dilaporkan mengandung unsur pidana, sebagai contoh 'kebakaran', beda dengan 'pembakaran'. Apabila diselidiki tidak ditemukan tanda-tanda kesengajaan, didukung saksi mengatakan bahwa kelalaian korban sendiri, maka proses tidak akan berlanjut ke tahap Penyidikan. Contoh di atas sangat jelas suatu tindak pidana.



Nomor 3 adalah TPTKP (Tindakan Pertama pada Tempat Kejadian Perkara), tujuannya membuat TKP berstatus quo, artinya tidak ada yang berubah sejak pertama kali ditemukan oleh Polisi. Apabila anda berada terlalu dekat dengan mayat, atau barang bukti, anda bisa dipandang sebagai TSK yang mencoba menghilangkan barang bukti. Jadi saya himbau apabila terjadi suatu kejadi seperti ini, mohon jangan terlalu dekat dengan TKP.


2. PENYIDIKAN, bagian yang menunjukkan proses penyidikan adalah nomor 4 sampai 6. Penyidikan adalah kegiatan Polisi dalam membuat terang suatu kasus yang terjadi dengan mengumpulkan alat bukti yang sah, baik berupa barang bukti, keterangan saksi, keterangan saksi ahli, surat, dsb.
Dapat diibaratkan apabila terjadi suatu kasus, Polisi diberikan mainan 'puzzle' (permainan menyusun kepingan2 kecil menjadi suatu gambar). Namun sulitnya, Polisi diberikan 'mainan' tersebut dalam ruangan yang gelap. Dengan berusaha menyidari ruangan, setiap 'kepingan2 puzzle' akan disusun, sampai akhirnya petugas mendapat gambaran persis 'gambar puzzle' yang diterimanya, dalam hal ini Polisi berusaha mendapatkan gambaran kejadian mulai dari awal, sampai akhir, siapa saja yang terlibat, siapa korban, dan sampai titik terakhir, siapa TERSANGKA'nya.



Demikian penjelasan singkat dari saya, jadi apabila lain waktu anda mendengar kata penyidikan, dan penyelidikan, anda akan paham sampai dimana Polisi bertindak...

Semoga bermanfaat.

Selasa, 16 Maret 2010

Tips Menghindari Aksi Teroris


Terorisme berbeda dengan tindak kekerasan dalam berbagai tujuan, metode dan psikologisnya. Tujuannya biasanya adalah melakukan kekerasan massa dan melumpuhkan masyarakat dengan ketakutan. Teroris melakukan hal-hal tersebut dengan perencanaan panjang, hati-hati dan mereka bersedia mati untuk rencana tersebut. Korban dari terorisme sama acaknya dengan korban dari bencana alam sehingga amat sulit kita prediksi.

Ada hal penting dalam tujuan teroris yang berupa "to decimate major streams of revenue", melumpuhkan pendapatan penting seperti pariwisata dan nama baik dari sebuah organisasi besar target mereka seperti negara, dengan melakukan terorisme di tempat ramai hingga dapat memberi hasil yang maksimal dalam pemberitaan di media massa.

Oleh karena hal-hal tersebut, aku coba memberi tips bagi kamu-kamu yang suka traveling, hangout ke tempat-tempat ramai atau berlibur ke daerah wisata yang banyak dikunjungi orang. Tips-tips ini dapat menjadi pegangan bagimu untuk selalu waspada terhadap situasi apapun terutama menghindari dari tindak kekerasan terorisme.


A. Jika kamu sedang dalam perjalanan :

1. Jadwalkan perjalanan kamu secara teliti dan langsung dengan kepastian pada kendaraan/transportasi umum mana yang akan kamu naiki. Seandainya kamu harus naik pesawat, pastikan mendapat jadwal langsung (direct flights) untuk menghindari kamu terlalu lama berada di bandara, jika tidak ada segera cari alternatif transportasi lain yang memungkinkan mis. kereta api.

2. Selalu diskusikan dengan keluarga atau orang terdekat apa yang akan mereka lakukan jika kamu mengalami kejadian darurat. Pastikan mereka tahu kemana kamu pergi dan kapan kamu kembali ke rumah. Informasikan kepada mereka segera jika ada perubahan jadwal.

3. Simpan catatan penting mengenai alamat / nomor polisi dan rumah sakit atau nomor-nomor penting lainnya dan kalau perlu nomor telepon supir taksi, ojek atau apapun yang dapat membantu kamu pergi ke wilayah lain di saat darurat.Dan simpan catatan tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).

4. Jika bepergian menggunakan mobil, tutup jendela kamu rapat-rapat di jalan-jalan ramai.

5. Selalu menjauhkan diri dan waspada terhadap benda-benda yang terkesan ditinggalkan dan mencurigakan seperti kopor, tas, paket, box besar dan lain sebagainya yang semacam. Laporkan segera kepada petugas terdekat atau cepat segera meninggalkan tempat tersebut.

6. Selalu ramah terhadap orang lain tapi waspada jika ada orang tak dikenal yang tiba-tiba mengajak diskusi tentang hal-hal pribadi atau hal-hal yang bersifat spiritual dan keyakinan-keyakinan tertentu, agama dan politik. Hindari pembicaraan tersebut dan segera tinggalkan orang itu dengan memberi alasan yang halus. Tolak paket-paket apapun yang tidak terduga apalagi dari orang yang tidak kamu kenal.



7. Jika kamu melihat ada orang yang meninggalkan tas atau paket di kendaraan umum atau tempat umum, segera beritahu orang itu, jika dia pergi dan tidak perduli berhati-hatilah dan segera menjauh jangan-jangan isinya bomb.

8. Jika kamu harus naik taksi, pilih taksi yang sudah amat dikenal dan memiliki nomor perusahaan yang jelas. Jangan naik taksi yang pada saat kamu hentikan sang sopir langsung menanyakan tujuan sebelum kamu duduk.

9. Kalau bisa bawalah selalu kamera saku, perekam portable (yang saat ini mudah didapatkan karena maraknya ponsel kamera) untuk berjaga-jaga dalam situasi dimana kamu akan merasa lebih waspada terhadap situasi yang menurut kamu mencurigakan.

10. Bawa selalu dokumen indentitas kamu yang resmi seperti KTP, SIM atau Pasport. Bawa kartu garansi gadget2 kamu seperti laptop, notebook, smart phone untuk membuktikan bahwa barang2 yang kamu bawa adalah barang asli dan bukan konduktor yang mencurigakan.

B. Jika kamu terjebak dalam situasi terorisme

1. Tetap tenang dan jangan gugup agar dapat berfikir jernih.



2. Ikuti petunjuk darurat resmi jika ada.

3. Dengarkan instruksi-instruksi dari radio, televisi atau berita.

4. Jika bencana / tragedi terjadi dekat denganmu, cek orang-orang yang terluka, beri pertolongan pertama jika korban tidak terkontaminasi radiasi, hindari korban yang terkontaminasi.

5. Jika kamu dalam situasi dimana terjadi tembakan-tembakan senjata api, segera tiarap di lantai atau turun serendah mungkin, jangan bergerak sampai kamu yakin sudah berlalu. Jangan sok jadi pahlawan apalagi mengambil senjata dan berusaha melawan, lindungi tubuh kamu di bawah benda-benda yang solid. Jika terpaksa harus pindah, merangkaklah pada perut.

6. Segera cari udara segar jika kamu mencium ada bau-bauan yang mencurigakan dan merasa udara menjadi aneh / terkontaminasi sesuatu.

7. Kontaminasi kimia dan radioaktif dapat terlihat dari : banyak orang yang tiba-tiba mabuk, muntah atau pingsan, bau-bauan aneh, hewan-hewan kecil yang mendadak mati, benda-benda aneh yang mengeluarkan asap / bau yang mencurigakan.

8. Dalam sebuah bangunan yang terancam bom, buka jendela-jendela dan pintu-pintu untuk meminimalisasi dampak ledakan.

9. Menyingkir dari bangunan itu secepat mungkin dan laporkan kepada polisi segera.

10. Jangan gunakan lift / elevator tapi gunakan selalu tangga darurat untuk keluar dari gedung yang terancam atau terkena ledakan bomb.

Tips-tips tersebut tentunya bukan ingin membuat kamu jadi paranoid, tapi untuk lebih waspada dan berhati-hati dimanapun kamu berada terutama di tempat-tempat ramai. Tapi tidak tertutup kemungkinan juga tambahan tips dari pembaca yang lebih berpengalaman di dalam Emergency Response dan safety planning. Ada yang mau menambahkan?

MARI BERSATU MELAWAN TERORIS dengan TIDAK MEMBERIKAN RUANG bagi mereka!

TIPs Mengatasi Kebakaran yang Terjadi

hal-hal yang harus dicermati dalam aksi tanggap dalam mengatasi kebakaran tersebut.

* Bila Anda sedang terjebak dalam kebakaran di Gedung Perkantoran

1. Berusahalah untuk tetap tenang. Hal ini wajib dilakukan dalam situasi apapun, dan dimanapun agar tindakan yang kita lakukan terarah dan tepat.
2. Bunyikan tanda kebakaran yang tersedia segera. Peringati masyarakat lain yang berada di dalam kantor tersebut.
3. Ikuti prosedur evakuasi yang terlah diterapkan bila ada.
4. Menuju ke tangga darurat, disarankan untuk tidak memakai lift. Penggunaan lift disaat keadaan darurat dapat menimbulkan gangguan saraf dan perhentian lift secara mendadak.
5. Bila terjebak asap berusahalah agar asap tidak masuk ke dalam organ pernafasan Anda. Bila asap sangat tebal, usahakan supaya posisi Anda serendah mungkin. Kain atau Tisu basah dapat digunakan untuk melindungi hidung Anda.

* Bila Anda sedang terjebak dalam kebakaran di dalam Rumah Tinggal:

1. Berusahalah untuk tetap tenang.
2. Evakuasi anggota keluarga dengan tanggap tapi tenang melalui bagian rumah yang aman.
3. Hubungi kantor Donas Pemadam Kebakaran setempat.
4. Bila Anda merasa yakin, gunakan pemadam api bila ada, atau gunakan air dari sumber terdekat, dengan tetap menjaga keselamatan diri dan sekitar.

Hal yang perlu diketahui juga apabila Anda telah terserang amukan api. Gunakanlah alat pemadam api dengan tata cara yang tertera.

Apabila pakaian yang Anda kenakan terbakar api, lakukan langkah-langkah berikut :

1. BERHENTI di tempat Anda berada.
2. Segera JATUHKAN DIRI Anda ke lantai.
3. BERGULING terus menerus sambil menutupi wajah dan mulut dengan telapak tangan – hal ini mencegah bagian wajah terbakar dan mencegah banyaknya asap yang masuk ke dalam hidung – bergulinglah sampai api padam.
4. Apabila api belum padam BALUTKAN KAIN BASAH kepada badan Anda.
5. DINGINKAN luka bakar dengan air selama 10-15 menit.
6. Bantuan paramedik sangat disarankan.

Penggunaan Alat Pemadam Api

Cara menggunakan Alat Pemadam Api Portable :

1. Perhatikan jenis pemadam, dari label yang tertera pada dinding tabung.
2. Cabut pen pengaman
3. Pegang tabung pengaman dengan kuat
4. Ambil jarak secukupnya lalu arahkan corong pemadam pada api yang akan dipadamkan.
5. Tekan tuas pembuka dan lakukan gerakan menyapu dari sisi ke sisi lain hingga api padam.

semoga tips ini bermanfaat :D

Kiat – kiat menghindari hutang

kiat kiat ini bisa dipraktekin oleh semua orang. dan bukan omong kosong.

0. Berdoalah sesuai kemampuan
1. Sisihkan uang untuk tabungan, kebutuhan secukupnya, dan porsi terbesar untuk investasi atau usaha.
2. Makan secukupnya, hindari kenyang
3. Hindari jajan di luar agar terhindar sakit. Biaya berobat mahal
4. Hindari arisan, dan kegiatan pengumpulan dana sejenis. karena tidak berbeda dengan berhutang.
5. Pegang peribahasa nenek moyang, sedikit sedikit lama lama jadi bukit.
6. Jualah apa yang bisa dijual dan bisa mendatangkan pemasukan. Hindari menjual manusia dan hal hal yang dilarang oleh Tuhan.
7. Hindari korupsi, nota kosong, dan sejenisnya.

8. Hindari membeli barang yang diluar kemampuan. Hindari membeli barang yang cepat rusak, barang palsu.
9. Hindari segala macam kredit. Nikmati apa yang sudah ada yang diperoleh tanpa hutang.
10. Hindari asuransi
11. Hindari kartu member yang dibungkus dengan kartu kredit
12. Kalau badan fit sebaiknya belilah kebutuhan sehari hari di pasar traditional. Contoh kecil jambu air 250gram di supermarket harganya berkisar Rp. 8000-12.000, sementara di pasar dengan harga yang sama bisa mendapatkan hingga 10 kali lipat lebih.
13. Hindari paham paham ideologis yang njelimet seperti sosialis, kapitalis dan sebangsanya. lebih baik perdalam ideologi pancasila dan uud 1945. karena kita hidup di indonesia. mengapa? karena sayang kalau pikiran dan waktu serta uang kita habis hanya untuk mikirin hal yang ga jelas. apalagi untuk mempelajari itu semua pakai uang hasil menang arisan, uang pinjeman. pokoknya sejarah udah membuktikan pancasila is the best lah.
14. hemat listrik. hemat gas. hemat bensin.
15. sesuaikan hobi dengan tingkat kekayaan saat ini. kalau bisa lebih sederhana lebih baik
16. hindari memberi hutang / bon pada orang yang anda kurang yakin bisa mengembalikan. kasih aja kalau memang penting. atau jangan kasih.
17. hindari hutang untuk membeli mas kawin. sebaiknya tunda pernikahan anda sampai anda benar benar punya uang.
18. hindari makan, minum, menghisap, menghirup barang barang yang tidak sehat.
19. kalau ga bisa nabung ke bank, tabung di celengan
20. prioritaskan pembelian. terutama kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, dan papan. atau kalau diterjemahkan prioritaskan kebutuhan pakaian, makanan dan rumah.
21. hindari kebanyakan nonton dan membaca atau mengikuti seminar seminar motivator. karena hanya akan membuat anda bingung, habis duit, habis waktu. sebaiknya banyak banyak baca aja dari Kitab Suci yang Anda yakini. karena motivator 100% njiplak dari sana juga.
22. hindari pelit dan kikir.
23. milikilah mimpi. misal Anda bermimpi bahwa tahun ini Anda akan punya sepeda motor bukan kreditan dan bukan hasil hutang. lalu terapkan tips dari nomor 0 – 22.

Minggu, 14 Maret 2010

SENJATA CANGGIH YANG DI GUNAKAN SWAT

Seperti apa canggih senjata atau peralatannya tim SWAT ini? Coba anda perhatikan gambar senjata canggih yang digunakan SWAT dibawah ini :


Bagi penggemar film-film action saya rasa sudah tidak asing dengan SWAT ini, SWAT (Special Weapons And Tactics) polisi khusus Amerika Serikat yang memiliki tugas dan kemampuan berbeda dibandingkan polisi-polisi Amerika lainnya. Kehebatan tim SWAT ini tidak hanya dalam film-film saja dalam dunia nyatapun tim ini sudah terbukti tangguh dan mampu menangani kasus-kasus kriminal seperti perampokan dan penyanderaan. Kesuksesan SWAT ini tidak terlepas dari canggihnya senjata dan peralatan yang digunakan.

Anggota tim SWAT ini harus mampu menguasai teknik tali temali dan rapelling biasanya mereka menggunakan teknik ini ketika menerobos masuk lewat atap atau melayang turun dari helikopter selain itu tim ini harus mampu menggunakan bahan peledak untuk meledakkan pintu, atap agar dapat masuk secara cepat dan aman. Karena tim SWAT didikte untuk keperluan taktis dalam penyerangan tim ini menggunakan senjata otomatis dengan tingkat tembakan paling tinggi.

Selain itu untuk melindungi tim lainnya SWAT dilengkapi penembak jitu dengan menggunakan senapan laras panjang berdaya dan beresolusi tinggi yang mampu digunakan di waktu siang atapun malam hari selain itu tiap-tiap personil dilengkapi dengan pistol otomatis yang mampu menembak dengan cepat dan mampu mengisi kembali secara cepat.

Selain itu tim SWAT ini dilengkapi dengan kedok gas, teropong starlight untuk visi malam, lampu senter yang melekat pada senjata untuk menguasai target di malam hari, rompi anti peluru, rompi SWAT yang sesuai dengan ukuran badan dan mampu membawa apa pun, dari amunisi cadangan sampai termos air, sarung pistol kaki yang memungkinkan menarik senjata dengan cepat, dan radio berfrekuensi tinggi, bersuara aktif, tidak berisik untuk komunikasi intertim yang dapat dipakai bahkan ketika seorang anggota regu sedang diserang. Terakhir, tim mempunyai sarana angkut khusus SWAT, pada umumnya van, yang dibawa ke tempat kejadian dan menyediakan pos komando dan fungsi pusat logistik.

PENGENALAN ULAR BERBISA DAN PENANGANANNYA


Ular merupakan salah satu jenis hewan melata (reptilia) yang sangat umum berada di sekitar kita. Mereka menghuni hampir sebagian besar wilayah mulai kawasan pegunungan,pemukiman penduduk, persawahan, kawasan karst hingga di sekitar kawasan pesisir. Peran mereka yang penting dalam menjaga keseimbangan di alam (ekosistem) menjadikan penting bagi kita untuk mengetahui lebih jauh mengenai jenis hewan ini.
Beberapa jenis ular dikenal berbahaya bagi manusia karena “bisa” (venom) yang
mereka miliki. Banyak kasus gigitan ular yang berakibat fatal telah tercatat di berbagai wilayah di Indonesia dalam beberapa dekade terakhir ini. Fakta ini mengakibatkan image yang buruk mengenai ular. Banyak yang menganggap bahwa semua ular berbisa, sehingga kebanyakan orang akan takut saat berjumpa dengan ular. Faktanya, hanya ular berbisa dan hanya sebagian dari kelompok ular tersebut yang mematikan bagi manusia. Oleh karenanya, kami menekankan pentingnya pengenalan jenis – jenis ular, baik yang berbisa maupun yang tidak. Diharapkan masyarakat menjadi lebih sadar dan mengerti sehingga tidak membunuhi mereka dengan membabi buta. Semoga kita menjadi lebih bijaksana dalam bertindak ketika menangani hewan ini. Oleh karena hal tersebut selanjutnya nanti akan dijelaskan sedikit mengenai membedakan ular yang berbisa dan tidak berbisa.
Kebanyakan orang membedakan ular berbisa dan tidak (berbisa) dari warna tubuhnya, bentuk tubuh, atau bentuk kepalanya yang segitiga serta gerakannya yang lambat. Akan tetapi cara ini tidak sepenuhnya berlaku untuk semua jenis ular. Banyak jenis ular yang tidak memiliki bentuk kepala segitiga tetapi memiliki bisa yang sangat kuat. Contohnya pada ular cabe (Manticora intestinalis ).
Jenis ular lain yang mirip dengan jenis ini adalah ular kepala dua ( Cylindrophis rufus ), sehingga sering kali orang keliru dan tidak berhati – hati dengannya.
Jenis lain seperti ular gadung ( Ahaetulla prasina ) dan ular luwuk ( Cryptelitrops albolabris ) juga sering kali dianggap mirip karena warnanya yang sama – sama hijau. Padahal apabila diperhatikan keduanya memiliki perbedaan bentuk tubuh dan kepala yang sangat jelas. Belum ada cara yang sederhana untuk mengenali ular berbisa tinggi. Beberapa jenis ular tidak berbisa memiliki bentuk morfologi (tampakan luar) yang sangat mirip dengan jenis ular yang berbisa.
Namun untuk jenis – jenis ular berbisa tinggi dan berbahaya yang tersebar di Jawa biasanya memiliki ciri khusus seperti ukuran, bentuk tubuh, warna, pola pewarnaan dan perilaku serta bunyi – bunyian tertentu yang mereka buat saat merasa terancam. Sebagai contoh, perilaku bertahan yang sudah banyak dikenal adalah perilaku dari ular kobra dimana mereka akan menegakkan tubuhnya, membuka tudungnya (hood), mendesis dan melakukan serangan difensif yang berulang – ulang. Pola warna pada ular juga dapat sangat bervariasi. Akan tetapi, beberapa pola pewarnaan seperti pola bulatan putih dikelilingi lingkaran hitam pada ular bandotan puspo, atau pola warna hitam dan kuning berselang – seling dari kepala hingga ke ujung tubuh pada ular welang dan weling juga dapat dibedakan dengan mudah. Desisan keras
ular bandotan puspo juga merupakan peringatan dari ular tersebut.
Ular berbisa tinggi memiliki sepasang gigi besar di bagian depan rahang atasnya, dan disebut taring bisa. Taring bisa ini memiliki struktur yang berfungsi sebagai saluran bisa mirip seperti saluran pada jarum suntik. Pada jenis yang lain saluran tersebut terbuka seperti lekukan. Kedua struktur tersebut membantu ular berbisa untuk memasukkan bisa atau venom jauh kedalam jaringan tubuh mangsanya. Jika seseorang terkena gigitan ular berbisa, bisa umumnya akan diinjeksi ke jaringan di bawah kulit (
subcutaneous ) atau ke dalam jaringan otot ( intramuscular ). Kobra penyembur dari Asia ( Naja sputatrix ) dengan alur lekukan pada taring bisanya, mampu mengeluarkan bisa dengan sangat cepat keluar melalui ujung taring bisanya sehingga menghasilkan semburan bisa. Semburan tersebut umumnya diarahkan ke mata lawannya.

Ada tiga tipe taring bisa menurut letaknya di rahang atas, yakni:
1. Opistoglypha, terletak pada bagian belakang rahang atas, pendek dan permanen.
Terdapat pada beberapa jenis ular anggota famila Colubridae, contohnya: ular cincin
emas, buhu, ular bajing, dan lain sebagainya.
2. Proteroglypha, terletak pada bagian depan rahang atas. Permanen dan relatif pendek.
Sebagian besar anggota famili Elapidae (kobra, ular anang, ular laut, ular cabe, dan
sebagainya) memiliki taring bisa tipe ini.
3. Solenoglypha, terletak pada bagian depan rahang atas, panjang dan melengkung
serta dapat dilipat ke atas. Tipe taring bisa pada semua anggota famili Viperidae
(bandotan puspo, edor, truno bamban, dsb)
Secara umum jenis – jenis ular berbisa tinggi di Asia Tenggara termasuk kedalam 4 famili atau
keluarga yakni famili Colubridae, famili Elapidae, famili Homalopsidae dan famili Viperidae.
Anggota famili Elapidae memiliki taring bisa yang pendek dan tidak dapat digerakkan
(permanen). Kobra, ular anang, welang, weling, ular cabe dan ular laut termasuk dalam famili
ini.

Prinsip Pertolongan Pertama pada korban gigitan ular adalah, meringankan sakit,
menenangkan pasien dan berusaha agar bisa ular tidak terlalu cepat menyebar ke seluruh tubuh sebelum dibawa ke rumah sakit. Pada beberapa tahun yang lalu penggunaan torniket dianjurkan. Seiring berkembangannya ilmu pengetahuan kini dikembangkan metode penanganan yang lebih baik yakni metode pembalut dengan penyangga. Idealnya digunakan pembalut dari kain tebal, akan tetapi jika tidak ada dapat juga digunakan sobekan pakaian atau baju yang disobek menyerupai pembalut. Metode ini dikembangkan setelah dipahami bahwa bisa menyebar melalui pembuluh limfa dari korban. Diharapkan dengan membalut bagian yang tergigit maka produksi getah bening dapat berkurang sehingga menghambat penyebaran bisa
sebelum korban mendapat ditangani secara lebih baik di rumah sakit.

Adapun langkah – langkah penanganannya adalah sebagai berikut:
a) Jika terpatuk, langsung gunakan pembalut atau bahan lain yang serupa dan bebatkan dengan kencang. Bebatkan seluas mungkin daerah yang dipatuk. Usahakan menggunakan penyangga atau kain penggantung. Kurangi aktifitas atau gerakan korban untuk mencegah penyebaran bisa. Selalu posisikan daerah yang terpatuk lebih rendah dari jantung.
b) Jangan pernah memperlebar luka bekas gigitan karena dapat menyebabkan infeksi dan trauma pada korban. Juga jangan pernah menghisap darah dari bekas luka patukan. Selain beresiko jika ada luka pada mulut penolong, juga tidak terlalu efektif dalam mengurangi jumlah bisa yang masuk.
c) Penting untuk meyakinkan korban bahwa kemungkinan selamatnya tinggi karena telah banyak antivenom (baik monovalent maupun polivalent) di rumah sakit.
d) Jangan pernah izinkan pasien untuk meminum alkohol.
e) Segera bawa ke rumah sakit atau puskesmas terdekat. Informasikan kepada dokter
mengenai penyakit yang diderita pasien seperti asma dan alergi pada obat – obatan tertentu, atau pemberian antivenom sebelumnya. Ini penting agar dokter dapat memperkirakan kemungkinan adanya reaksi dari pemberian antivenom selanjutnya.
f) Kenali jenis ular yang mematuk. Apabila anda ragu dan agar lebih amannya maka
bunuhlah ular yang mematuk agar hasil identifikasi lebih positif. Hal ini penting untuk
menentukan pemberian antivenom yang monovalent, sehingga efeknya lebih tepat dan cepat. Jika tidak pun tidak apa – apa, sebab ada antivenom polyvalent yang dapat menetralisir bisa dari berbagai jenis ular.