SEKALI MELANGKAH PANTANG MENYERAH SEKALI TAMPIL HARUS BERHASIL JIWA RAGAKU DEMI KEMANUSIAAN

Kamis, 19 Agustus 2010

PELAKU GUNAKAN ISYARAT SAAT MERAMPOK


DUGAANbahwa ke 16 perampok Bank CIMB Niaga adalah orangorang yang terlatih dikuatkan karyawan bank tersebut. Dedi, sang karyawan, yang ikut disandera tidak mendengar satu patah kata pun keluar dari mulut pelaku saat beraksi.

“Mereka pun nyuruhnya cuma pakai isyarat aja, enggak ada terdengar suaranya. Jadi, enggak tahu orang mana,” tuturnya saat ditemui beberapa saat seusai kejadian kemarin. Dia bersama tiga nasabah dan sejumlah karyawan bank disandera di lantai 1 kantor bank milik Malaysia itu. Semula dia berada di lantai 3. Seorang pelaku memerintahkannya turun ke lantai satu dengan memberi isyarat. “Dia menggerakkan senjata apinya ke bawah tanpa bicara sedikit pun,” ucap pria yang mengenakan kemeja berwarna krim ini. Dedi mengaku sama sekali tak bisa mendiskripsikan wajah para perampok karena seluruhnya memakai masker dan pakai helm.

“Saya enggak tahu kalau yang masuk ke bank tadi (kemarin) yang pakai baju kemeja itu perampok. Saya pikir nasabah,” imbuhnya pula. Sugi, 40, penarik becak yang mangkal tidak jauh dari lokasi kejadian menjelaskan, ada keanehan beberapa menit sebelum perampokan terjadi. Suasana lalu lintas di Jalan AR Hakim di sekitar Bank CIMB Niaga, yang biasanya ramai tibatiba lengang. “Tidak ada angkot (angkutan kota) yang melintas di depan bank saat itu. Padahal, jalan ini selalu padat. Saya tak tahu apakah karena melihat pria bersenjata laras panjang berjaga-jaga di pinggir jalan,” tuturnya.

Warga juga sempat terkejut begitu mendengar suara letusan yang berasal dari Bank CIMB Niaga. Awalnya mereka mengira petasan, tapi ternyata perampokan. “Saya bersama warga lain tidak bisa berbuat apa-apa karena belasan orang pakai senjata laras panjang dan pendek berjagajaga di depan bank. Tidak lama berselang suara letusan itu terdengar. Para perampok itu naik sepeda motor beragam jenis ada yang memakai helm tertutup dan ada yang memakai tutup mulut,” ucapnya.

Briptu Manuel Simanjuntak Tinggalkan Istri Hamil 7 Bulan

Tangis Pristi Hasibuan pecah tatkala mendapat kabar bahwa suaminya,Brigadir Polisi Satu (Briptu) Manuel Simanjutak, meninggal di tangan perampok kemarin.Perempuan berusia 25 tahun yang tengah mengandung tujuh bulan itu pun terkulai lemas.

BAGAIMANA hatinya tak teriris, janin yang sedang tumbuh kembang itu merupakan buah hati pertamanya bersama Manuel yang dinanti-nantikan sejak menikah Agustus 2008 silam. Perempuan berkulit kuning langsat itu berkali-kali meraung memanggil nama sang suami yang terbujur kaku di Rumah Sakit Bhayangkara, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan kemarin.

Dengan suara terbata-bata,Pristi mengaku tak menyangka suami tercintanya meninggalkannya begitu cepat. Briptu Manuel Simanjuntak tewas setelah tertembus dua peluru yang ditembakkan kawanan perampok berjumlah 16 orang. Kawanan perampok itu juga menembak dua satpam,Muhdiantoro, 34,dan Muhammad Sazli Fahmi,28, saat beraksi di Kantor Cabang Pembantu Bank CIMB Niaga di Jalan AR Hakim, Medan, Sumatera Utara, kemarin.

Tak hanya Pristi, seluruh kerabat juga merasa kehilangan sosok lelaki yang dianggap bertanggung jawab dalam bertugas maupun membina keluarga itu. Ayah Pristi,Sahut Hasibuan,48, mengatakan,menantunya tersebut baru tiga pekan ditugaskan menjaga keamanan di Bank CIMB Niaga. Di mata dia, Manuel adalah seorang pekerja keras. Sahut semakin luruh saat tahu menantunya itu meninggal dua hari setelah merayakan hari ulang tahun ke-28.

Manuel tercatat lahir 16 Agustus 1982. “Istrinya juga masih hamil pertama dan sudah berusia tujuh bulan. Kasihan menantuku ini belum sempat melihat anaknya lahir,”imbuhnya. Kepergian Manuel,kata Sahut, sempat meninggalkan firasat. Sang menantu yang jarang duduk bersamanya tiba-tiba memilih berbincang berdampingan malam sebelum kepergiaannya.

Meski tak berpesan khusus, Sahut menyatakan menantunya sempat berujar, jika nanti anak dalam kandungan istrinya lahir berjenis kelamin lakilaki, dia ingin anaknya menjadi polisi juga.“Agar bisa jadi penerus ayahnya,” ucapnya. Rasa sedih juga ditunjukkan keluarga Muhdiantoro. Pria yang akrab disapa Toro itu dikenal sebagai pribadi yang supel dan periang. Adik Toro,Joko,30,yang ditemui di RSU dr Pirngadi Medan mengaku sedih melihat kondisi abangnya.

Apalagi lajang yang merupakan anak keempat dari enam bersaudara itu tidak memberikan firasat apa pun.“Dia seperti biasa, tadi subuh sahur dan siap-siap kerja,”ujarnya. Joko mengaku tahu kakaknya dalam kondisi kritis di RSU dr Pirngadi dari seorang pegawai bank yang meneleponnya. “Keluarga kami ditelepon pukul 12.30 WIB,makanya tahu saat ini ibu saya belum dikasih tahu, takut ibu shock. Saya berharap abang saya cepat sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasa,”kata Joko.

Muhdiantoro kritis karena luka di perut dan sikunya terus mengeluarkan darah.Setelah melakukan scanning dan foto di Ruang Radiologi diketahui bahwa ada peluru di pergelangan tangan kanan korban tembusan dari siku kanan. “Ginjal sebelah kanan rusak akibat terkena peluru.

Di bagian lengan kanan, peluru sudah berjalan dari siku menuju pergelangan tangan,” ujar Kabag Hukum dan Humas RSU dr Pirngadi Medan, Edison Peranginangin. Adapun satpam lainnya,Muhammad Sazli Fahmi, 28, yang dirawat di RS Pertama Bunda meski sadar enggan berbicara kepada media. Dari pemeriksaan dokter spesialis bedah rumah sakit tersebut, di bahu Sazli tidak ada peluru tertinggal.

aksi perampokan di Bank CIMB Niaga Jalan AR Hakim, Medan, Sumatera Utara



PERAMPOKAN, Sejumlah perampok bersenjata tertangkap kamera saat melakukan aksi perampokan di Bank CIMB Niaga Jalan AR Hakim, Medan, Sumatera Utara kemarin. Perampokan ini menewaskan seorang anggota Brimob Briptu Manuel Simanjuntak, melukai dua satpam dan menggasak uang sekitar Rp1,5 miliar.
Aksi perampok kian sadis.Kawanan perampok berjumlah 16 orang dilengkapi senjata api menembak mati seorang petugas Brimob sebelum merampok Kantor Cabang Pembantu Bank CIMB Niaga di Jalan AR Hakim,Medan,Sumatera Utara,kemarin. Petugas Brimob yang tewas itu adalah Brigadir Polisi Satu (Briptu) Manuel Simanjutak,28,yang biasa bertugas mengawal bank tersebut.
Petugas satuan pengaman (satpam) bank Muhdiantoro, 34, dan Muhammad Sazli Fahmi, 28, juga ikut menjadi sasaran tembakan kawanan perampok.Keduanya kini menjalani perawatan serius. Pelaku yang semuanya mengenakan topeng serta memakai helm dan sarung tangan membawa tiga kantong berisi uang Rp1,5 miliar. Belasan perampok itu kabur dengan mengendarai delapan sepeda motor setelah terlebih dahulu mengancam menembak orang yang lalu-lalang di sekitar lokasi kejadian.
Aksi perampok itu berlangsung sangat cepat di siang bolong sekitar pukul 11.30 WIB. Saat karyawan bank hendak beristirahat,tiba-tiba kawanan pelaku bersenjata api laras panjang datang dengan mengendarai sepeda motor lengkap menggunakan helm serta masker penutup mulut. Setelah memarkirkan sepeda motor di depan kantor bank, kawanan pelaku langsung menodongkan senjata api laras panjang ke arah satpam yang berjaga-jaga di pintu masuk Bank itu.
Namun, hanya 10 pelaku yang masuk ke dalam kantor,sedangkan enam pelaku lain menunggu dan memblokir jalan di depan kantor bank tersebut. Saat 10 pelaku hendak masuk, satpam Muhdiantoro sempat melakukan perlawanan sehingga terkena satu tembakan di bagian tangan kanan. Mendengar suara letusan dari luar bank, Briptu Manuel Simanjuntak, 28, anggota Brimob Polda Sumatera Utara yang berdiri menjaga di depan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) Bank CIMB sempat hendak memberikan pertolongan dan melakukan perlawanan.
Namun, korban yang dilengkapi senjata api laras panjang itu juga dilumpuhkan kawanan perampok di dalam kantor, tepatnya di depan mesin ATM. Korban tewas di tempat dengan dua tembakan di bagian dada kanan dan kiri.Sementara M Sazli Fahmi,satpam yang berada di dalam bank,juga terkena satu tembakan di bagian lengan kanan. Menurut Dedi, karyawan bank yang mengaku sempat disandera di dapur, kawanan perampok langsung menguasai kantor dengan menyandera sejumlah karyawan di dapur lantai I.
“Mereka pakai masker dan helm, jadi enggak keliatan mukanya. Mereka hanya pakai isyarat saja, enggak ada terdengar suaranya, jadi enggak tahu orang mana,”tutur Dedi. Hanya dalam waktu sekitar 5 menit, kawanan perampok menggasak uang tunai milik nasabah Bank CIMB Niaga dengan membawa tiga karung berisikan uang Rp1,5 miliar.Kawanan perampok juga membawa senjata api laras panjang milik Briptu Imanuel.
Setelah beraksi, kawanan perampok yang mengenakan kemeja seragam dibalut jaket hitam itu langsung kabur menuju arah Jalan AR Hakim Simpang Sukaramai dengan mengendarai sepeda motor. Saksi mata lainnya, Bambang, tukang parkir bank, mengatakan, begitu datang,kawanan perampok yang mengendarai delapan sepeda motor berboncengan lengkap pakai helm langsung menembak satpam Muhdiantoro.
Kawanan perampok juga memblokir Jalan AR Hakim depan kantor bank dan mengarahkan senjata api laras panjang ke arah warga yang melihat aksi perampokan itu. “Keluar dari dalam bank sudah bawa tiga karung dan langsung melarikan diri,”ujar Bambang yang mengaku bersembunyi di balik parkiran mobil saat kejadian. AgusTimon,33,warga Jalan AR Hakim, mengaku mendengar suara letusan sebanyak empat kali dari dalam kantor bank saat kejadian.
“Mungkin baku tembak dengan anggota Brimob yang jaga di dalam,” ungkapnya. Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Oegroseno mengatakan,kawanan perampok sudah terlatih. Dia mengaku tidak akan tinggal diam atas peristiwa yang menyebabkan tewasnya anggota Brimob Briptu Manuel Simanjuntak.
pihak bank mengalami kerugian sekitar Rp1,5 miliar. Sejauh ini tiga saksi sudah diperiksa. Pihaknya juga telah menyita barang bukti berupa 2 proyektil jenis senjata api laras panjang ukuran 5,56 mm dan 3 selongsong. “Diduga pelakunya menggunakan senjata api jenis laras panjang SS1,

Rabu, 18 Agustus 2010

Bank Niaga Cabang Aksara Medan Dirampok, Satu Brimob Tewas



Kantor Bank CIMB Niaga Aksara, Medan, Rabu (18/7/2010), siang sekitar pukul 11.56 WIB tadi dirampok kelompok bersenjata api. Satu orang polisi anggota Brimob yang bertugas sebagai pengamanan di bank itu dikabarkan tewas. Dua anggota sekuriti lain di bank itu belum diketahui nasibnya.

Aksi perampokan ini disebut-sebut berlangsung sangat cepat. Banyak masyarakat yang berada di lokasi kejadian mengaku tidak mengetahui ada kejadian besar itu.

Pelaku perampokan disebut-sebut berjumlah delapan orang dan menggunakan senjata api.

Hingga saat ini, masih banyak orang berkumpul di lokasi kejadian. Polisi sudah memasang garis polisi di depan kantor itu. Mereka sedang olah TKP dan mengumpulkan keterangan dan para saksi. Belum diketahui jumlah kerugian dan jumlah korban tewas atau terluka.

Ratusan Pasukan Brimob Kawal Jenazah Briptu Imanuel Simanjuntak

Ratusan Pasukan Brimob Kawal Jenazah Briptu Imanuel Simanjuntak

KAKU - Jenazah Briptu Imanuel Simanjuntak dalam peti mati sebelum dibawa ke kediamannya di Jalan Luku 3, Padang Bulan, Medan, Rabu (28/8/2010) pukul 17.00 WIB.
Rabu, 18 Agustus 2010 | 18:31 WIB

- Jenazah Briptu Imanuel Simanjuntak (28), anggota Brimobda Sumatera Utara, dibawa dari RS Pirngadi Medan menuju kediamannya di Jalan Luku 3, Padang Bulan, Medan, pukul 17.00 WIB. Keberangkatan jenazah diiringi sepasukan Brimob mengendarai sepeda motor dan didampingi Kasat Brimobda Sumut.

Beberapa keluarga almarhum juga ikut mengantar ke rumah duka. Rasa haru dan sedih tidak tertahan dari pihak keluarga sampai meneteskan air mata. Sementara istrinya, Pristi Maulina br Hasibuan (28), menunggu di rumah duka. Sang istri kini dalam kondisi hamil 7 bulan, calon anak pertama mereka.

Sekadar mengingatkan, Briptu Imanuel Simanjuntak tewas akibat ditembak segerombolan perampok yang menyantroni Bank CIMB Niaga cabang Aksara Medan, Rabu (18/8/2010) sekitar pukul 11.30 WIB. Tiga tembakan menembus bagian dadanya, dan membuatnya menghembuskan nafas terakhir di TKP. (*)

Rabu, 21 Juli 2010

Minggu, 20 Juni 2010

PEMILIK SENPI RAKITAN DI BEKUK

Sat Brimobdasu Detasemen B Tebingtinggi bekerjasama dengan Polresta, Rabu (16/6) sore berhasil mengamankan tiga tersangka pemilik senjata api (senpi) dan diduga sebagai komplotan perampok dari sebuah kamar hotel di Desa Paya Pasir Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Sergai.
Penangkapan ketiga tersangka berkat informasi dari masyarakat yang merasa curiga melihat adanya orang tak dikenal masuk ke kamar hotel. Mendapat informasi tersebut, Pasi Intel Resmob Detasemen B Tebingtinggi Iptu M Yusuf langsung memimpin penggrebekan ke kamar hotel. Dengan mudah ketiga tersangka dapat diamankan.
Keterangan diperoleh Kamis (17/6) menyebutkan, tertangkapnya ketiga tersangka yang diduga gembong pelaku perampokan itu berasal dari informasi masyarakat tentang adanya tiga pemuda yang mencurigakan. Mendapat informasi itu, Pasi Intel Resmob Detasemen B Tebingtinggi, Iptu M Yusuf turun melakukan penyelidikan.
Dari dalam kamar yang ditempati tersangka ditemukan senjata api (senpi) rakitan berikut 2 peluru timah masih aktif jenis FN dan 2 peluru timah rakitan. Selain itu dari hasil penggeledahan ditemukan uang Rp 223.000 dan 10 RM (Ringgit Malaysia), 3 buah handphone, 2 buah dompet, 1 jam tangan dan 3 buah tas ransel berisi pakaian selanjutnya disita petugas sebagai barang bukti.
Ketiga tersangka tersebut yakni, Syafrizal (31) warga Jalan Bangko Bakti, Kabupaten Rokan Hilir, Saiful Muslim (40) warga Jalan Beringin Lestari Desa Tapung Hilir Kabupaten Kampar dan Gondo alias Paiman (42) warga Jalan Negeri Lama Desa Sei Tarolap Dusun Kampung Jawa Kabupaten Labuhan Batu. Ketiga tersangka digelandang ke Brimobdasu Detasemen B Jalan Ahmad Yani Tebingtinggi dan selanjutnya diserahkan ke Sat Reskrim Polresta Tebingtinggi guna penyelidikan lebih lanjut.
Informasi diterima, ketiga tersangka sudah 2 hari menginap di hotel itu diduga untuk mengincar sasaran rampokan. Akan tetapi, seorang tersangka Gondo sempat mengelabui bahwa mereka juga karyawan di hotel itu. ”Saya ditelepon pak Sihombing untuk bekerja sebagai karyawan di hotel ini. Kami mau kerja sebagai karyawan hotel, bukan melakukan kejahatan,” ujar Gondo berkilah.
Kaden Brimobdasu Detasemen B Tebingtinggi, AKBP Arif Budiman SIK MH ketika dikonfirmasi wartawan melalui Pasi Intel Iptu M Yusuf, mengatakan kasus perampokan bersenpi dan bersenjata tajam (sajam) sudah dua kali terjadi di wilayah hukum Polresta Tebingtinggi dimana pelakunya sedang diburu.
Saat mendapat informasi ada tiga orang yang mencurigakan menginap di hotel BP, langsung diburu hingga berhasil tertangkap. Kuat dugaan ketiga pelaku itu sedang merencanakan aksi kejahatan yang akan menjadi target. Hal ini diindikasi ketika dicek HP tersangka, ada pesan masuk yang menyebutkan ”cemana, amankan situasi. Kalau nggak, biar kami turun”.
Menjawab pertanyaan wartawan, apakah ketiga tersangka ada kaitannya dengan perampokan gudang coklat dan alat berat berupa beko yang terjadi baru-baru ini, Yusuf belum dapat memastikannya. “Kita tungga saja hasil penyelidikan Sat Reskrim Polresta Tebingtinggi,” ujarnya.